Moskow Minta Negara Barat Cabut Sanksi sebelum Pasokan Gandum Rusia Bisa Dikirim ke Pasar Global

MOSKOW, - Pemerintah Rusia pada Rabu (8/6) mengatakan bahwa negara-negara barat harus mencabut kebijakan sanksinya terlebih dahulu sebelum pasokan gandum Rusia bisa dikirim ke pasar internasional.

"Presiden (Vladimir) Putin mengatakan bahwa agar volume biji-bijian Rusia dapat dikirim ke pasar internasional, sanksi langsung dan tidak langsung terhadap Rusia harus dicabut," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan melalui panggilan konferensi, dikutip Reuters.

Dia menambahkan bahwa kebijakan sanksi, yang diberlakukan oleh negara Barat sebagai tanggapan atas serangan Rusia ke Ukraina, mempengaruhi asuransi pengiriman, pembayaran, dan akses ke pelabuhan Eropa.

Seperti diketahui, Ukraina dan Rusia selama ini menyumbang hampir sepertiga dari pasokan gandum global, sementara Rusia juga merupakan eksportir pupuk utama dan Ukraina pemasok utama minyak jagung dan bunga matahari.

Ekspor gandum Ukraina telah dihentikan karena blokade Rusia terhadap pelabuhan Laut Hitamnya, tetapi Moskow mengatakan bahwa pengiriman ekspor gandum terhenti karena Ukraina enggan membersihkan jalur pengiriman dari ranjau laut yang mereka tanam.

Peskov dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh bahwa ekspor gandum Ukraina hanya merupakan sebagian kecil dari pasar global.

"Sejauh yang kami tahu, biji-bijian jauh lebih sedikit daripada yang dikatakan orang Ukraina," kata Peskov.

"Tidak perlu melebih-lebihkan pentingnya cadangan biji-bijian ini dari sudut pandang dampaknya terhadap pasar internasional."

Sementara itu, Lavrov menuduh negara-negara Barat membesar-besarkan masalah yang berkaitan dengan ekspor gandum Ukraina menjadi "bencana global".

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ukraina adalah pengekspor gandum terbesar kelima di dunia, dengan pangsa pasar global 10% dalam beberapa tahun terakhir.

Kampanye militer Rusia di Ukraina telah memicu lonjakan harga biji-bijian, minyak goreng, bahan bakar dan pupuk.



sumber: www.jitunews.com